Untuk Sebuah Keterbukaan
Berat…
Senyum itu seakan memiliki arti yang lain saat mata
ini tertuju padanya dengan tajam. Tatkala cerita seorang anak manusia
dalam sebuah keterbukaan bahwa sebenarnya masih ada sebuah rasa untuk
seseorang yang lain. Bukan keraguan yang timbul dalam segumpal darah
yang bersemayam dalam tubuh ini, namun sebuah hal yang harus mendapat
sebuah jawaban yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ketika hati ingin mengutarakan sebuah kata yang sebenarnya mata ini
sudah mampu untuk mewakilinya dalam suatu untaian gerak dan binarnya,
terbesit lagi arti sebuah keyakinan. Memang tak pernah aku rasakan dari
apapun yang telah terjadi selama ini, karena memang indra perasa yang
ada dalam tubuh ini mengalami sebuah gangguan. Akan tetapi pernahkah
terfikir bahwa sakit itu datang dan pergi hanya saat ada sebuah
perasaan yang sebenarnya dirasakan oleh mereka yang terikat dalam
sebuah simpul merah nan manis?
Haruskah mata ini protes karena sesuatu yang terlihat di balik fikirnya ini bukan sebuah pemandangan yang tidak sedap?
Haruskah hati ini menjerit karena sesuatu menggoresnya dengan kasar?
Haruskah akal ini berhenti berfikir karena sesuatu yang menusuk dan membusuk?
Jiwa - jiwa ini tidak dalam ketenangan…..
Jiwa - jiwa ini sedikit berkurang bahan bakar untuk melaju…
Jiwa - jiwa ini ….
banyak kata yang terucap, namun kadang maksud tak tersirat
banyak tulisan yang tersurat, namun kadang tujuan tak dapat terangkat
hadirlah kembali ketenangan untuk tenangkan jiwa ini
datanglah kelembutan hati untuk membelainya
berikan sebuah kesejukanmu…..
Oleh : Choiri Setyawan
March 7th, 2009 at 6:26 pm
Saudaraku………….
Nikah itu ibadah…….
Nikah itu suci………..ingat itu……
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa
karena kecantikan,bisa karena keturunan,
dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan -
maupun kecantikan sebagai alasan…………
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan……..
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.