Archive for July, 2007

Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Wednesday, July 25th, 2007

25279835729634l
Saat memasuki usia sekolah, seorang anak akan mulai membangun
kepercayaan dirinya. Seorang anak yang memiliki rasa percaya diri
tinggi tak akan takut mencoba hal-hal baru dan biasanya lebih berhasil.
Sebaliknya anak yang rasa percaya dirinya rendah akan kesulitan
melewati perubahan dan butuh banyak bantuan dari orangtuanya.

Anda
sebagai orangtuanya punya tugas penting untuk menimbulkan rasa percaya
diri, terutama ketika si kecil sudah masuk sekolah dan mempunyai banyak
teman.

Untuk membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada diri
si kecil, daftar berikut bisa dijadikan panduan dalam mendidik buah
hati Anda :

- Percaya si kecil dan tunjukkan, biarkan ia merasa dirinya berharga dan dicintai.
- Berikan pujian dan respon positif,
anak-anak akan mengukur keberhasilannya dari apa yang orangtuanya
pikirkan tentang mereka. "ternyata anak bunda pintar, semua soal
matematika berhasil dikerjakannya", kalimat itu bisa menjadi musik yang
indah di telinga anak Anda. Yakinkan si kecil tak apa-apa membuat
kesalahan karena itu bagian dari kedewasaan. Hindari sikap terlalu
mengkritik, karena bisa merusak kepercayaan dirinya.
- Jadi pendengar,
ulangi apa yang Anda dengar untuk memastikan Anda mengerti dan berikan
respon positif agar mereka bersemangat melanjutkan ceritanya.
- Ajari si kecil untuk mengungkapkan perasaannya dan mengekspresikannya secara verbal.
-
Kritiklah tingkah lakunya, bukan orangnya. Yang harus dikoreksi adalah
sikapnya yang salah, bukan menyebutnya sebagai anak nakal. Jangan
sampai terjebak, jika ini sudah berlangsung dalam waktu yang lama bisa
merusak mentalnya.
- Fokus pada kelebihannya bukan kekurangan Anda dan si kecil.
- Hargai minatnya,
bahkan jika itu terasa membosankan untuk Anda, taruhlah minat pada
teman-temannya dan sekolahnya, berikan komentar saat ia bercerita.
- Jangan meremehkan rasa takut atau tidak aman yang dirasakan anak Anda,
bahkan jika hal itu sepertinya sepele buat Anda. Jika si kecil mengeluh
kesulitan dalam bidang matematika, sebaiknya Anda menanggapinya dengan,
"untuk menguasai matematika memang harus banyak belajar, apa yang bisa
Mama bantu ?", bukannya berkata, "masa soal-soal begitu saja gak bisa
?".
- Dorong si kecil untuk berani mencoba hal baru.
Jika ia berhasil melakukan suatu hal baru itu akan meningkatkan
kepercayaan dirinya, dan terkadang ia juga butuh belajar dari kesalahan
yang dilakukannya.
- Tertawalah bersamanya, bukan menertawakannya.
- Fokus pada keberhasilan si kecil ; renang, musik atau bidang lain yang dikuasainya. Jangan terlalu fokus pada kegagalannya.
-
Anak-anak biasanya mengerti kekurangannya dan hal-hal yang tidak mampu
dilakukannya. Rasa percaya dirinya bisa runtuh jika orangtuanya selalu
mengkritik atau menyinggung bidang tersebut. Berikan pujian dan support
untuk membantu motivasinya.

Yang Dapat Merusak Percaya Diri Anak

Mengomel
atau marah-marah atas kesalahan yang dilakukan si kecil bisa membuatnya
jadi tidak percaya diri, apalagi kalau orangtuanya kerap memberikan
label, seperti "nakal", "pemalas", "ceroboh", dan sebagainya, mereka
akan berpikir kalau apa yang Anda katakan memang benar dan merasa label
itu tidak akan bisa diubah. Hal ini bisa merusak motivasi anak-anak
untuk berkembang.

Dan tahukah Anda bahwa apa yang Anda katakan tentang diri Anda sendiri juga bisa berpengaruh pada kepercayaan diri anak-anak.
Ini karena anak-anak masih ada pada tahap meniru tingkah laku
orang-orang yang dekat dengannya. Misalnya jika orangtuanya seringkali
mengeluhkan sesuatu, seperti, " saya tak tahan kerja di bawah tekanan",
atau "saya selalu sial, hal-hal buruk selalu menimpa apa yang saya
kerjakan", anak-anak mungkin akan khawatir orangtuanya tidak bisa
menghadapi tantangan. Akibatnya anak-anak tidak memiliki contoh
positif, sikap optimistis dalam hidup dan tidak tahu bagaimana
menghadapi masalah. Apa pun situasi yang Anda hadapi, pikirkan
baik-baik apa yang akan Anda katakan dan pilihlah kata-kata yang tepat.

Ucapan-ucapan berikut bisa merusak kepercayaan diri seorang anak :
- Mengatakan Anda tidak mencintainya
- Sering mengkritik seperti, "dasar bodoh".
- Mengatakan Anda berharap mereka tidak pernah lahir.
- Memberi nama panggilan dengan kata-kata menghina.
- Menyindir dengan kata-kata kasar.
- Selalu mengomel dan menyumpah-nyumpah.

Tidak
ada manusia yang sempurna, mungkin tanpa sengaja kita pernah mengatakan
sesuatu yang kita sesali. Jika ini terjadi, akuilah segera di depan si
kecil. Katakan "seharusnya mama tidak berkata seperti itu, mama tidak
serius, ini karena mama capek baru pulang dari kantor".

Renungan Bersama Wahai Sahabatku……!!!!!!

Thursday, July 19th, 2007
Rasulullah SAW bersabda kepada menantunya, Ali r.a. , " Wahai ‘Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.

Penyakit bicara adalah bohong,
penyakit ilmu adalah lupa,
penyakit ibadah adalah riya’,
penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri,
penyakit berani adalah menyerang,
penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian,
penyakit tampan adalah sombong,
penyakit bangsawan adalah membanggakan diri,
penyakit malu adalah lemah,
penyakit mulia adalah menyombongkan diri,
penyakit kaya adalah kikir,
penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan…."


Ketika
berwasiat kepada ‘Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai ‘Ali, orang yang riya’ itu punya tiga ciri, yaitu : rajin
beribadah ketika dilihat orang, malas ketika sendirian dan ingin
mendapat pujian dalam segala perkara. "

Wahai
‘Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo’alah, " Ya Allah, jadikanlah
diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku
yang tersembunyi darinya, dan janganlah kata-katanya mengakibatkan
siksaan bagiku…"
Ketika ditanya
bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu
Mas’ud r.a berkata, " Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an atau datanglah ke
majelis-majelis dzikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk
berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum terobati juga, maka mintalah
kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang kamu
pakai bukan lagi hatimu…"

PROFIL PRIBADI MUSLIM

Thursday, July 19th, 2007

Al-Qur’an dan Sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah Saw yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang shaleh, pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt.

Persepsi masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah, padahal itu hanyalah salah satu aspek yang harus lekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.

Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya ada sepuluh profil atau ciri khas yang harus lekat pada pribadi muslim.

1. Salimul Aqidah

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya:
‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162).

Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah.

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq.

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.

Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw ditutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya:
‘Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi.

Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.

Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).

5. Mutsaqqoful Fikri

Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya:
Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219).

Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir.

Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.

Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya:
"Katakanlah: samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?
sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran" (QS 39:9).

6. Mujahadatul Linafsihi.

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatul linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.

Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7. Harishun Ala Waqtihi.

Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.

Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: ‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk menjaga waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka di antara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sihat sebelum sakit, muda sebelum tua, lapang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syuunihi.

Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.

Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya ilmu pengetahuan merupakan di antara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9. Qodirun Alal Kasbi.

Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan kendiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kekendirian dari segi ekonomi.

Kerana itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umrah, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.

Dalam kaitan menciptakan kekendirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, kerana rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10. Nafi’un Lighoirihi.

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksima mungkin untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.

Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).

Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita serasikan pada diri kita masing-masing.

6 Langkah Menuju Keluarga Sakinah

Wednesday, July 11th, 2007

Sahabat!
Pernahkah anda ikut penataran pranikah di KUA? Bagi yang sudah menikah
pasti banyak yang mengatakan pernah, tapi ada juga yang mengatakan :”
saya gak datang, saya titip saja sama pak petugas”. (Titip apaan, wong yang mau nikah kita kok yang penataran petugasnya?). Nah bagi yang belum menikah paling – paling bilang belum pernah. (Walau
dalam hati mengatakan entah berapa buku tentang nikah yang sekarang
teronggok dilemari bukunya, atau berapa banyak kajian, seminar, dialog
tentang pernikahan yang telah didatanginya…. yang isinya sama …. Tapi
kan tidak di KUA .. STOPS
)

 

Dari
sekian banyak pasangan yang akan menikah, bahkan yang sudah pacaran
beberapa tahun ketika ditanya apa visi pernikahan anda? Tidak sedikit
yang menjawab” ya mengalir aja”, walau beberapa pasangan akan mengatakan “ingin membentuk keluarga sakinah”.

 

Uniknya
yang mengatakan ingin membentuk keluarga sakinah, banyak yang tidak
bisa merinci bagaimana sich keluarga sakinah itu, atau minimal punya
langkah – langkah untuk mencapainya. Jadi apa gara – gara di
undangannya ada nukilan QS Ar Ruum yang ada kata sakinah’nya, sehingga
jawabanya ingin sakinah? (Pasti ada yang nyeletuk dalam hati … aku gak termasuk lho …)

 

Hmmm.
Pantas di media massa saat ini banyak kita lihat perceraian terjadi
disana – sini dan parahnya dipelopori para artis sebagai public figure.
Alasannya bermacam – macam, dari sekedar tidak cocok, selingkuh,
berzina, ekonomi, dijodohkan (orang tua atau murrobbi) dan lain sebagainya. Bahkan ada yang beralasan tidak ada cinta sejak pernikahan, padahal anaknya sekarang sudah belasan. (Tidak ada cinta …. Ck ck ck). Tanya kenapa ….?

 

Dan
data dari KUA Kota Palembang mengatakan bahwa dari 100% perceraian yang
terjadi itu nggak ada 10% yang disebabkan oleh poligami atau dengan
kata lain suaminya kawin lagi. So… bagi aktivis anti poligami (baca:
agama) yang mengatakan poligami penyebab utama perceraian bisa
mencermati data ini.

 

Menurut
penulis sich … semua perceraian itu terjadi karena tidak memiliki visi
keluarga sakinah dan tidak tahu atau tidak komitmen dengan langkah
untuk menggapainya. Dan ini tidak hanya dilakukan oleh orang yang
pemahaman agamanya sedikit, tapi juga menghinggapi para aktivis dakwah
dan harokah. Hmmm …. Sedihnya

 

Nah,
dari hasil MABIT di Masjid Al Hakim PT Sucofindo beberapa waktu yang
lalu, dari beberapa pemateri malam itu maka saya ingin sekedar berbagi
kepada sesama rangkuman dari materi – materi yang ada. Sebenarnya lebih
lengkap dan lebih seru kalo mendengarkannya langsung. Tapi gak papa
lah, yang gak hadir tetap dapat ilmunya walau sidah difilter oleh
keterbatasan memory otak saya … maaf ya.

 

 

1. Kupilih potret keluarga Rosulullah

 

Swear
guys! Al Qur’an memang lengkap dan gak perlu ditambah – tambah lagi.
Cari apa saja ada dech! Asal kita tidak lupa baca tafsirnya dan hadits
– hadist yang berkaitan dengannya. (Makanya ngaji yuuu…uk)

 

Nah
dalam Al Qur’an itu sudah digambarkan potret – potret keluarga yang
akan selalu hadir sampai bumi ini Qiyamat (Silahkan buka QS Al Lahab
dan QS At Tahrim sebagai rujukannya). Apa saja potretnnya :

 

a. Potret
Suami dan Istri yang kompak ingkarnya. Suami kafir dan istri juga
kafir. ( bukan karena pepatah jawa Surgo Melu neroko Katut). Diantara
banyak nominasi yang ada, potret ini di menangkan oleh keluarga Abu
Lahab dan Istrinya. Padahal hidup semasa dengan Nabi Muhammad, bahkan
pamannya lagi. Berapa banyak mukjizat yang ia saksikan tapi tetap tidak
membuatnya beriman. Bahkan lebih giat mengumpulkan kayu bakar buat di
neraka.

 

b. Potret
suami yang sholeh dan istri yang salah (ingkar). Bahkan bukan hanya
istrinya saja, tetapi anak – anaknya juga kafir dan ingkar terhadap
seruan fitrah islam. Potret ini akan kita temui pada sosok keluarga
Nabi Nuh dan Nabi Luth. Bagaimana istri dan putranya Kan’an telah dijak
masuk ke dalam kapal tapi menolak dengan alasan akan selamat di puncak
gunung yang akhirnya tenggelam juga bersama kekafiran mereka. Pun istri
Nabi Luth yang mengumpankan tamu – tamunya (malaikat) kepada masyarakat
Homo di lingkungannya.

 

c. Potret
istri yang sholehah dan suami yang salah (ingkar). Ingatlah akan kisah
Nabi Musa as. Akan kita temui potret Fir’aun yang ingkar beristrikan
Aisiyah yang dalam do’anya kepada Allah meminta dibuatkan rumah di
Syurga. Dialah Aisiyah ibunda angkat Nabi Musa as, yang menarik
keranjang bayi dari sungai Nil dan memohon kepada Fir’aun agar bayi
laki – laki ini tidak dibunuh. Potret keluarga seperti ini banyak kita
temui dewasa ini disekitar kita. Istri yang taat, beribadahnya bagus
bahkan berjilbab lebar tapi bersuamikan lelaki yang muslim tapi malas
sholat, bahkan kadang berjudi atau minum minuman keras (Premankah …).

 

d. Potret
keluarga single parents. Keluarga yang hanya diisi oleh istri saja.
Potret ini diwakili oleh Maryam ibunda Nabi Isa. Hal ini diakibatkan
oleh ketentuan Allah, entah karena mukjizat seperti Maryam atau karena
ditinggal mati suaminya. Dan sekali lagi bukan karena si wanita ini
doyan berzina dengan satu atau banyak lelaki, kemudian tidak ada lelaki
yang mau bertanggungjawab sebagai ayah si bayi kemudian ia membesarkan
anaknya sendiri seperti para artis – artis mesum itu. Namun fenomena
ini sekarang menyebar ke masyarakat umum akibat wabah pergaulan bebas
muda – mudi dan remaja.

 

e. Potret
keluarga ideal, keluarga sakinah, keluarga dakwah. Potret ini ada pada
diri suri tauladan kita yang terbaik yaitu Rosulullah dengan Khadijah.
Sang suami sholeh, sang istri juga sholeh. Saling mengisi dalam
kebahagiaan dan penderitaan kehidupan dakwah Islam.

 

Nah,
jika ingin keluarga kita sakinah maka ambilah potret keluarga yang
kelima yaitu keluarga Rosulullah sebagai contoh untuk diikuti. Tentunya
harus kaffah dalam mencontohnya, sehingga ketika kemaslahatan dakwah
dan ummat mengharuskan suaminya berpoligami ya jangan terus istri
pertama minta cerai … (Ingat bukan karena nafsu ya mas…)

 

 

2. Kulangkahkan kaki ini dengan basmallah

 

Setelah diketahui model keluarga sakinah yang diinginkan, maka saatnya kita untuk melangkah. Ya kalo diem saja kapan jalannya …

 

Maka
mulailah melangkah. Prosedurnya adalah langkah pertama kita harus
dengan Bismillah… karena nikah itu kan ibadah, dan amalan ibadah hanya
akan diterima jika niatan kita untuk menggapai ridlo Allah, bukan yang
lain (Ingat hadits tentang niat..).

 

Konsekuensinya
adalah kita harus memilih pasangan kita yang bagus agamanya sebagai
prioritas. Ya kalo ternyata sudah sholeh trus cantik/ganteng, trus
kaya, trus pejabat terhormat de el el, maka anggap itu hanya ekses saja
(Dalam hati syukurnya setengah mati . . .)

 

Sehingga
ketika pasangan kita sudah mulai keriput tidak indah lagi ya gak papa
wong masih sholeh/ah. Trus andai pasangan kita sekarang jadi miskin yo
gak papa yang penting masih sholeh/ah. Atau ternyata ketika pasangan kita sudah jadi orang biasa ya juga ngak perlu risau wong dia masih sholeh/ah, gitu …

 

 

3. Kupinang engkau dengan hamdallah

 

Setelah
niatan kita perbaiki, maka selanjutnya ketuk pintu si doi. Temua Camer
(calon mertua), ungkapkan isi hati untuk mempersunting sang putri … deu

 

Tafsiran kupinang engkau dengan hamdalah adalah kita harus
siap dengan kekurangan dan kelebihan pasangan kita masing – masing. Ya
kalo pas ta’aruf belum tahu kalo tidurnya ngorok (sekalian ngiler) trus
nanti kalo dah seranjang seperti tidur dengan kereta ya harus ikhlas.
Atau dulu pas belum nikah sering bikin tulisan atawa acara romantis
(yang ternyata EO nya temenya sendiri) trus habis akad ternyata kaku
dan jutek maka juga harus ikhlas. Intinya apapun kekurangan pasangan
kita kita harus sabar.

 

Ingat, kisah seorang istri yang cantik dan masih mdua bersuamikan
lelaki yang jelek, ketus, kasar dan tua. Si istri selalu berkata dalam
hatinya bahwa pernikahannya dengan lelaki itu adalah tiketnya masuk
syurga. Hal ini atas kesabaran yang di lakukan. Bayangin aja gimana gak
sabar, punya suami jelek, kasar, ketus… tua lagi. Nah begitupun sang
suami. Pernikahannya itu dia jadikan pula sebagai tiket masuk syurga.
Hal ini karena kesyukuran yang selalu dia panjatkan. Bagaimana gak
syukur, punya istri muda, cantik, sholeh, nrimo lagi. Nah ternyata
KESABARAN dan KESYUKURAN dalam kisah tadilah implikasi dari hamdallah
itu …

 

Kemudian
konsekuensi dari hamdalah itu juga adalah kita tidak boleh mengharapkan
balasan atas apa yang kita kerjakan. Jangan sekali kali sang suami
mengatakan saya sudah capek banting tulang, peras keringat cari nafkah
untuk istrinya trus pulang kerja kok gak dibikinin kopi. Atau sang
istri pun mengatakan sudah capek nyuci, masak dan ngurusin anak kayak
pembantu masak minta baju baru buat lebaran saja gak dikasih sich. So,
janganlah apa yang telah kita lakukan kita ungkit – ungkit pas kita
meminta sesuatu. Cobalah memusyawarahkan segala keperluan rumah tangga
dengan baik tanpa mengungkit – ungkit pemberian. Bisa kan !!

4. Kusahkan ikatan ini dengan Akad Nikah

 

Ingat,
sahnya akad nikah jika semua rukun nikahnya terpenuhi. Apa saja?
Mempelai pria, mempelai wanita, wali, mahar, saksi dan ijab qobul. Ah…
anda memang pintar!

 

Tentunya
kalo salah satu rukun itu gak ada pasti gak sah. Nah, yang sering
terjadi adalah permasalahan pada wali. Karena kedua mempelai sudah
kadung cinta katanya, tetapi ayah si wanita gak setuju maka jadilah
istilah kawin lari (pake wali hakim). Hati – hati, jika ayahnya
muslim, waras, dan masih hidup jangan coba – coba untuk memakai wali
hakim saat beliau gak setuju dengan pernikahan kita. Implikasinya
adalah nikah kita tidak sah yang artinya kita berzina seumur hidup, iiih ngeriii…

 

Kemudian
jangan kesampingkan pencatatan di KUA. Nikah sirri memang sah secara
agama tapi banyak kejadian keluarga akan kesulitan untuk mengurus hal
administratif di kelurahan atau sekolah. Nah yang paling banyak
dirugikan adalah pihak mempelai wanita dan anak – anak tentunya. Jangan
sampai pas mendaftar sekolah, trus dimintai akte kelahiran kita jadi
kelabakan. Karena untuk membuat akte kelahiran harus menyertakan
fotokopi surat nikah. Tanpa surat nikah maka pada akte akan tertulis
anak lahir di luar nikah, tanpa nama ayah disana (Siapa yang mau kalo anak kita dibilang masyarakat sebagai anak haram hayo… walau sebenarnya semua anak itu terlahir suci)

5. Kulalui hari – hari pernikahan dengan laa haula wala quwwata ila billah

 

Sahabat.
Bukalah mushofmu dan bacalah 2 ayat terakhir surat Al Baqoroh.
Bahwasanya kita tidak akan dibebani dengan sesuatu yang kita tidak
mampu. Jadi sepahit apapun derita yang saat ini kita lalui, maka Allah
telah tetapkan bahwa kita pasti mampu untuk melaluinya. Maka ketika
musibah datang kepada kita, maka kesabaranlah yang akan menjadi perisai
kita untuk melaluinya. Jika ingin berkeluh kesah, maka bukan kepada
teman, sahabat, orang tua, tetangga atau manusia manapun. Tapi kepada
Allahlah engkau utarakan semuanya, curhatlah engkau pada-Nya.
Tahajudlah sahabat …

 

Kemudian
jika kebahagian, kemakmuran atau kegembiraan yang datang kepada kita.
Maka ingatlah bahwa tanpa ijin dari Allah kita tidak akan dapat
mendapatkannya. Sehingga tidak akan terlintas sedikitpun dalam dada
kita ketakaburan, kesombongan dan ujub atas kesuksesan yang kita raih.
Karena pada dasarnya kita hanya berusaha, dan Allah yang mengijabah
do’a kita. Kita tak ada apa – apanya tanpa kehendak-Nya.

 

Sehingga
disinilah nada kepasrahan kita dengungkan. Tiang tawakal kita
tancapkan. Keikhlasan atas segala keputusan-Nya adalah pondasi atas
apapun yang akan menimpa biduk rumah tangga kita kelak. Maka selalu
ingatlah, tiada daya upaya tanpa ridlo dari Yang Maha Kuasa . . .

6. Kubimbing keluargaku dengan laa ilaa ha illallah

 

Terakhir
sahabat. Ada tugas yang harus dipikul tiap keluarga. Suami adalah
pemimpin bagi keluarganya, maka dia akan diminta pertangungjawaban atas
apa yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin bagi rumah tangganya, maka
tiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Maka ajarkanlah keluargamu mengenal Allah. Bimbinglah mereka kepada
fitrah manusia yaitu fitrah Islam.

 

Jika
anak – anakmu lahir kelak. Hal pertama yang harus kau ajarkan adalah
mengenal Allah. Yaa.. Ma’rifatullah. Bahwasanya tiada tuhan melainkan
Allah. Dialah Dzat yang pantas untuk di sembah. Kepada-Nyalah
bergantung segala sesuatu. Sehingga anak – anak kita kelak tidak akan
takut dengan manusia – penguasa yang dzolim misalnya. Tidak akan
terseret pada arus duniawi, kebebasan yang tanpa batas yang merusak dan
fitnah – fitnah dunia lainnya.

 

Selanjutnya,
jadikanlah keluargamu itu majelis ilmu. Utamakan ilmu agama terlebih
dahulu baru ilmu dunia. Agar kita tidak menjadi orang pinter yang
keblinger. Agar kita cerdas membedakan mana yang haq dan mana yang
bathil.

InsyaAllah keluarga ini sakinah dan kelak akan masuk Jannah

 

Nah,
jika keenam langkah itu kita lakukan. Maka dengan keijinan-Nya keluarga
kita akan sakinah. Dan jika keluarga kita sakinah maka insyaAllah
syurga adalah pelabuhan terakhir.

 

Bagi
yang belum menikah, semoga langkah – langkah ini bermanfaat sebagai
mainframe (panduan) rumah tanggamu kelak. Bagi yang sudah menikah,
tidak perlu engkau mengulanginya dari awal (Masak suruh ta’aruf lagi, trus akad lagi).
Cukup engkau instropeksi diri beberapa langkah yang telah lalu. Jika
telah benar maka kuatkanlah. Jika belum maka perbaikilah.

  Akhirnya,
semoga rangkuman dari MABIT beberapa hari yang lalu bermanfaat bagi
diri saya dan keluarga saya. Dan bermanfaat bagi para saudaraku
sekalian. Wallahu ‘alam bish showwab.

Untuk Sebuah Keterbukaan

Tuesday, July 3rd, 2007

Berat…

Senyum itu seakan memiliki arti yang lain saat mata
ini tertuju padanya dengan tajam. Tatkala cerita seorang anak manusia
dalam sebuah keterbukaan bahwa sebenarnya masih ada sebuah rasa untuk
seseorang yang lain. Bukan keraguan yang timbul dalam segumpal darah
yang bersemayam dalam tubuh ini, namun sebuah hal yang harus mendapat
sebuah jawaban yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ketika hati ingin mengutarakan sebuah kata yang sebenarnya mata ini
sudah mampu untuk mewakilinya dalam suatu untaian gerak dan binarnya,
terbesit lagi arti sebuah keyakinan. Memang tak pernah aku rasakan dari
apapun yang telah terjadi selama ini, karena memang indra perasa yang
ada dalam tubuh ini mengalami sebuah gangguan. Akan tetapi pernahkah
terfikir bahwa sakit itu datang dan pergi hanya saat ada sebuah
perasaan yang sebenarnya dirasakan oleh mereka yang terikat dalam
sebuah simpul merah nan manis?
Haruskah mata ini protes karena sesuatu yang terlihat di balik fikirnya ini bukan sebuah pemandangan yang tidak sedap?
Haruskah hati ini menjerit karena sesuatu menggoresnya dengan kasar?
Haruskah akal ini berhenti berfikir karena sesuatu yang menusuk dan membusuk?

Jiwa - jiwa ini tidak dalam ketenangan…..
Jiwa - jiwa ini sedikit berkurang bahan bakar untuk melaju…
Jiwa - jiwa ini ….

banyak kata yang terucap, namun kadang maksud tak tersirat
banyak tulisan yang tersurat, namun kadang tujuan tak dapat terangkat

hadirlah kembali ketenangan untuk tenangkan jiwa ini
datanglah kelembutan hati untuk membelainya
berikan sebuah kesejukanmu…..

Oleh : Choiri Setyawan

Aku Masih ada….Menunggu….

Sunday, July 1st, 2007

Bukan taksudi aku mejawab pertanyaanmu?

Bintang tak pertah tenggelam

Bunga membisu bukan berarti dia tak ingin berbicara

Kupu kupu melayang kesana kemari karena dia bingung

dia mesti berbuat apa dan dia punya alasan sendiri

mengapa kupu kupu melayang kemana mana

di karenakan dia ingin mengucapkan sesuatu

namun apa daya, dia tak kuasa

mungkin di waktunya yang tepat

dia pasti menceritakan hal ini.

kau tidak bertemankan sepi, karena aku selalu ada di sampingmu

aku tak pernah meninggalkan mu.

jangan pernah kau merasa bahwa aku akan meninggalkanmu

dia selalu setia menunggumu

jangan pernah kau mengatakan bahwa kau siap mati

tapi kau akan menjalani kehidupan baru mu

pagi ini kau mesti mengirup udara segar

dan kupu kupu menari menari

melihat di rimu bahagia

hanya ini yang bisa aku jawab untukmu

jangan pernah kau bersedih

karena aku juga merasakan kesedihan mu

ku ingin melihatmu bahagia

kutunggu dirimu sampai kapan pun

karena ada hal yang ingin aku ucapkan

dan yang ingin aku ungkapkan!!!!

kutunggu dirimu selalu sampai kapanpun

Bersama Bintang

Sunday, July 1st, 2007

Aku berharap semuanya kembali

Sebagai bukti ku tiada bermimpi

Sekian lama…

Ku tenggelam dalam kelam pekat

Ku berharap bila ini mimpi

Kutetap bisa terbangun

Walau harus lalui perjalanan sunyi

Aku tak ingin memaksakan siapapun

Tuk mengerti aku

Namun ku ingin mengatakan

Aku tengah melawan perasaanku sendiri

Memerangi gejolak pedih sepi

Dan rasa takut disana

Kusadari,

Ku telah menjadi bunga layu tanpa seri

Kupu kupu indah dengan sayap patah

Burung yang kehilangan kicaunya

Bintang kecil dengan sinar yang redup

Hingga anginpun berhenti bertiup

Tiada ingin menyapa ku lagi

Semua meninggalkan diriku

Hari hariku dipenuhi tanda tanya

Semua begitu samar terasa

Ketika pagi terasa asing ku temui

Ketika senja menjelma misteri

Dan bintang malam terasa asing sinarnya

Semua membuatku tak menentu

Membuatku hanya dapat terdiam

Terpaku menanti jawab

Dan pagi ini uraian kata menyentakku dalam kelam

" bangkit ".

Jangan terpuruk dengan keadaan !

Yakini apa yang telah teryakini

Fahami keyakinan itu

Sungguh satu keyakinan atau hanya sebuah harapan ?

*Ku tiada berani menjawab

Tegar dan beranilah menerima kenyataan sepahit apapun

*Kan kucoba

Ternyata masih ada bintang malam disana

Yang selalu memperhatikan dari kejauhan

Datang merentang tangan

Memeluk erat inginku tentang sebuah jawab

Mencoba memadamkan gelora sunyiku

Lewat hangat pancaran sinar kasihnya

Menjanjikan sebuah harapan baru

Bersama menyibak segala yang samar

Ada senyum terukir disana meski gelisah masih terasa

Entah mengapa…

Senyum membias begitu saja tanpa terpaksa terukir

Kita yang telah lama memeluk sepi

Kini berharap mimpi kebahagiaan mengisi

Saatnya untuk tegar

Menyambut esok penuh tawakal

Akan dapatkah kembali ku meniti hari ?

***

"  Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:

" Kami telah beriman", sedang mereka tidak di uji lagi ?

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka,
maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan yang
dusta ".
( QS Al Ankabut : 2-3 ) ".